BURUK BUKAN HITAM

Tinggalkan komentar

11 Januari 2009 oleh mbi9

OLEH: PHILIPUS VEMBREY HARIADI
“ Saya bukan copet tapi saya mahasiswa”. Ujarku dengan tegas untuk menghapus keraguan yang terdapat di dalam diri wanita itu. Karena aku dikira copet dan perampok oleh karena penampilanku.
Aku bangun dari tempat tidur. Sambil mencoba memelekkan mata, aku mencoba mengambil sebuah kaset. Album Nirvana menjadi pilihanku. Karena lagu ini menjadi spirit bagiku. Mengalunlah syair dari lagu lagu ini menjadi spirit bagiku. Mengalunlah syair dari lagu You’ll know You’ll right yang ditulis oleh Kurt Cobain vokalis dari grup Nirvana.
Aku ambil sepuntung rokok bekas semalam aku hisap. Memikirkan kembali rencana hari ini yang sempat terpikirkan semalam. Menyusun buku-buku untuk kuliah dan merapihkan tugas-tugas yang sudah dikerjakan semalam.
Aku pergi menengok cahaya matahari di jendela rumah. Ternyata hari sudah menjelang pagi. Terdengar jelas kicauan burung kutilang yang hinggap di atap rumah. Aku pun bergegas untuk merapihkan tempat tidur yang berantakan. Sisa pertempuran mimpiku semalam.
“Ah… bosan aku”, seruku sambil menarik sepray tempat tidur.
Aku berpikir bahwa rutinitas harianku setiap hari nampak berulang. Setiap hari, itu-itu saja, tak ada yang lain. Tidak ada warna-warni sama sekali di hidup ini.
Setelah merapihkan tempat tidur, aku mengambil waktu sebentar untuk berpikir pada warna yang akan aku berikan pada hari ini.
“Sepertinya aku harus pergi ke suatu tempat untuk menghilangkan penat”, ujarku.
Aku mengambil celana dalam di dalam lemari pakaian. Minum air putih sedikit agar mulutku tidak terlalu kesat. Berjalan menuju kamar mandi yang letaknya tak jauh dari kamarku. Hanya berjarak 10 langkah. Itu pun jika tidak ada gangguan oleh ibu atau saudaraku.
Air hangat yang telah disiapkan oleh ibu sudah berada di dalam bak pelastik. Kini aku hanya perlu mandi dan tidak perlu menyiapkan air hangat lagi seperti biasanya. Pintu kamar mandi pun aku tutup. Aku mulai melepaskan celana. Kini yang aku lihat hanyalah tubuhku yang telanjang dan siap dibasahi oleh air hangat.

****

Setelah mandi, aku bergegas untuk berpakaian. Membasahi tubuh dengan parfum kesukaanku. Kemudian berpakaian lengkap. Seperti biasa kaos oblong dan celana levis dengan robekan di bagian bawahnya.
Aku melihat sarapan yang dibelikan oleh kakakku yang perempuan telah siap di meja. Aku pun membuka bungkusan sarapan itu dan melihat isinya. Ternyata tak beda dengan hari-hari lainnya. Nasi uduk dan sekelompok kerupuk berwarna orange. Memang bagian ini tidak dapat terlepas dari keluargaku. Nasi uduk yang sederhana. Itu juga makanan favoritku.
Jam di dinding menunjukkan pukul 05:25 wib. Waktu yang tepat bagiku untuk bergegas menyiapkan diri untuk berangkat ke kampus. Mengambil sepatu dan menikmati sedikit kopi yang tersedia di meja ruang tamu. Memakai sepatu, mengambil tas, berpamitan dan pergi menuju ke kampus.
Di tengah perjalanan aku berpikir kenapa aku pergi pagi-pagi sekali? Padahal aku kuliah pukul 09:00 wib.
“Lebih baik menunggu dari pada terlambat”, kata hati kecilku.
Setelah mendengar kata hati kecilku, aku pun melanjutkan perjalanan. Pergi menuju tempat perhentian bis kota. Bis kota ini berbeda dengan bis lain. Bila bis lain memiliki jalur trayek, maka bis yang akan aku naiki adalah bis dari trayek lain. Secara kebetulan saja bis tersebut melewati kampusku. Kebetulan pula bis itu lewat di depan rumah. bis itu pun hanya lewat daerah itu hanya pada pukul 05:30-06:30 wib. Semuanya terlihat seperti kebetulan.
Sewaktu aku menunggu bis, aku melihat pemandangan pagi yang sangat ironis. Aku melihat sejumlah anak kecil berpakaian kotor terbaring di samping tiang penyangga fly over. Mereka nampak tertidur nyenyak. Salah satu dari mereka terbangun dan melamun. Sebagian lagi pergi menuju warung tegal yang letaknya tidak jauh dari tempatku menunggu bis.
Kebetulan di tempat dimana aku berdiri ada seorang wanita yang berusia kira-kira 30 tahun. Nampaknya wanita itu seorang pekerja instansi pemerintah. Karena wanita itu berseragam putih biru. Seprti siswa SMP tetapi tidak jika diukur dengan umurnya. Wanita itu bergegas bergeser ke dekatku. Ia nampak takut dengan anak yang berpakaian kotor yang melintas di sampingnya. Anak itu hendak menuju warung tegal.
Melihat kejadian itu, aku jadi berpikir. Kenapa manusia harus takut dengan manusia lain. Padahal anak itu juga manusia, kenapa wanita itu harus takut?
Terlihat dari kejauhan bis yang aku tunggu-tunggu. Segera aku melambaikan tangan untuk memberhentikan bis. Bis itu pun berhenti tepat di depanku. Di dalamnya sudah terdapat segelintir penumpang. Mulai dari wanita karier hingga seorang bapak tua yang berpakaian agak kotor.
Tiba-tiba hp yang berada di kantong celanaku bergetar. Ternyata begitu aku lihat hanya berupa sms dari kekasihku yang mengingatkan untuk berangkat hati-hati. Aku membalas sms itu dengan mengucapkan terima kasih.
Setelah membalas sms itu, aku pun kepikiran akan tingkah wanita yang menunggu bis tadi. Aku berpikir kenapa manusia bisa sedemikian enggan mendekati sesamanya. Meski, manusia itu berpakaian agak kotor.
Tiba-tiba aku dikejutkan oleh sapaan seorang wanita yang berdiri di sampingku. Ia memohon kepadaku untuk memberikan tempat duduk. Aku pun bergegas memberikan tempat kepadanya. Keherananku yang belum terjawab pada perempuan tadi, kini terulang. Di dalam bis masih terdapat beberapa bangku kosong. Tetapi kenapa wanita ini memilih untuk duduk di sampingku. Apa mungkin wanita ini melihat diriku tampan, sehingga membuat ia ingin duduk di sampingku?
“Maaf, sekarang jam berapa mba?” tanyaku sekedar ingin mengetahui apa wanita ini sama dengan wanita yang aku temui sewaktu menunggu bis.
“Jam 06:00, mas”, jawab manita itu sambil menatap ke seluruh badanku.
“Mba mau kemana?”
“Oh..saya mau berangkat kerja, mas. Mas sendiri mau kemana?” tanya wanita itu sambil melihat penampilanku.
“Saya mau pergi ke kampus, mba”, sewaktu aku jawab demikian, wanita itu makin tajam melihat penampilanku.
“Kenapa mba? Ada yang salah dengan penampilan saya?”, tanyaku dengan sedikit terganggu akan tatapannya.
“Enggak ada apa-apa. Mas kuliah?”
“Iya dong. Memang saya tidak terlihat potongn wajah mahasiswanya?”, tanyaku sinis.
“Maaf, mas. Memang mas enggak terlihat potongan mahasiswanya. Saya pikir mas…”
“Copet…” tambahku dengan nada keras.
“Maaf, mas. Karena penampilan mas yang membuat saya berkesimpulan demikian. Maafin saya ya mas. Saya enggak bermaksud demikian. Soalnya minggu kemarin saya hampir dirampok di dalam bis ini. Penampilannya sama seperti mas. Kaos oblong dan celana levis, bawa tas punggung lagi”, tanggap wanita itu dengan nada berbisik.
“Enggak apa-apa kok, mba. Saya ini bukan perampok, copet atau pun penodong. Tetapi sungguh saya ini mahasiswa. Kalau mba enggak percaya saya punya kartu identitas kemahasiswaan kok. Mba mau lihat?” tanyaku sambil menantang dan kesal.
“Enggak usah kok, mas. Saya percaya kok”. Jawabnya seraya mengoyangkan tangan kirinya.
Akhirnya bis pun tiba di kampusku. Aku pun berpamitan dengan wanita itu. Tak sempat bagiku untuk berkenalan lebih jauh dengan wanita itu. Dia memang cantik. Apalagi dengan penampilannya. Kulit putih, rambut lurus dan memakai pakaian yang nampak feminim sekali. Terlihat sangat cantik sekali.
Aku pun turun dari bis. Aku berjalan memasuki komplek kampus. Di tengah perjalanan aku menertawai kejadian di bis tadi. Ternyata wanita itu salah menilai diriku. Aku pun menertawai diriku karena penampilanku mirip copet atau perampok.
“Ah…. Hari yang indah. Kapan aku bertemu lagi dengannya ya?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Januari 2009
S S R K J S M
    Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 163,456 PEMBACA

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

SPACE IKLAN

2560x1440-black-solid-color-background
%d blogger menyukai ini: