Belajar dari pertanyaan anak

Ada seorang anak bertanya kepada orang tuanya,”kenapa bapak dan ibu harus berkelahi?”.

Ada seorang anak bertanya pada ibunya,”bu,aku blum pernah melihat bapak?”.

Ada seorang anak bertanya pada bapaknya,”kenapa bapak memukul ibu?”.

Ada seorang anak bertanya pada orang tuanya,”kapan aku punya mainan seperti yang dimiliki tetangga?”.

Ada seorang anak bertanya kepada bapaknya,”kenapa di foto itu hanya ada aku dan bapak?Ibu ke mana?”.

Itu adalah beberapa pertanyaan dari seorang anak.Mungkin kita akan menjawab dengan berkata “tidak tahu”.Atau mungkin, “ah…Anak kecil tau apa kamu!”.Bahkan ada tingkatan yang lebih parah,”kamu ini bukannya bersyukur…”.Ada pula yang lebih miris,gantung diri.

Apakah itu semua jawaban dari kita selaku pendidik dan pembimbing atau orang yang melahirkan?Ada semboyan yang selalu dihalalkan,yakni,”kita kan juga manusia”. Apakah benar demikian seharusnya?

Iklan

2 Comments Add yours

  1. dira mengatakan:

    So..?

  2. Intan Dhea mengatakan:

    Perlu juga kita sesekali berpikir dengan sudut pandang anak-anak. Tujuannya agar kita lebih memahami mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s