Cinta dan Harapan Bimbi

1

5 September 2009 oleh mbi9

Oleh:
PHILIPUS VEMBREY HARIADI

Malam yang hening, tiada suara jangkrik menemani. Bulan pun enggan untuk memberikan cahayanya ke dunia. Awan putih hingga kelabu terus bergulung, hingga menjadi tumpukkan awan. Seperti waktunya bagi pengendara motor untuk menyiapkan jaket.
Adalah Bimbi, seorang pemuda yang menikmati suasana seperti itu. sejak sore hingga malam, ia hanya diam. Ibunya mengajak berbicara pun hanya memperoleh anggukkan atau sepatah kata. Singkat dan tanpa ekspresi. Itulah wajahnya saat menjawab tiap pertanyaan dari ibunya.
“Kenapa aku harus merasakan hal ini?”, ungkapnya dalam hati. Bimbi memang telah mengalami saat-saat yang amat mengecewakan. Cintanya harus kandas di tengah jalan. Disebabkan ulahnya yang terlalu emosional. Ia sering berbicara kasar kepada kekasihnya. Kebiasaan itulah yang tidak disenangi oleh kekasihnya.
Lambat laun ia sering menghabiskan waktu dengan melamun, membaca novel dan bermain play station. Namun, di dalam waktu itu ada sebuah kebiasaan yang nampak aneh. Kebiasaan itu adalah membaca “novel”. Sebab, Bimbi terkenal dengan kebiasaan membaca buku-buku filsafat atau pun konflik sosial.
“Ingin belajar membuat hati bekerja dan lebih mengenal perasaan orang lain”, jawabnya jika ada orang yang menanyakan kebiasaan aneh tersebut.
bimbi selalu mengingat saat kasihnya memutuskan hubungannya. Ia selalu mengingat akan kata-kata yang diucapkan oleh kekasihnya itu. Saat itu, ia tengah mengalami masalah dengan skripsinya. Proposal yang ia buat gagal untuk diterima oleh ketua program studinya. Semangatnya down. Tembok idealismenya pun runtuh.
Setelah mengalami itu, ia hendak mengabarkan pada kekasihnya akan peristiwa tersebut. selain itu, ia ingin mendapat motivasi agar lebih semangat.
“Maaf, aku lagi sibuk”, kata kekasihnya. Kata-kata itu membuat Bimbi kesal. Memang, kekasihnya itu sudah bekerja di sebuah agen travel. Maklum, sebagai agen travel dan bagian tiketing, jam kesibukkan pun tidak menentu. Bimbi akhirnya mengirim pesan singkat kepada kekasihnya:
“Apakah tiap jam, menit dan detik, kamu masih sibuk? Hingga kamu tidak punya waktu untukku”.
Bimbi memang kesal dengan peristiwa yang dialaminya di kampus. Kekesalannya pun bertambah saat ia diperlakukan demikian oleh kekasihnya. Ia hanya ingin kekasihnya ada di saat sulit dan memberikan semangat untuknya.
“Ya udahlah, jika kamu memang sibuk. Aku ingin sendiri”, kirim pesan singkat selanjutnya.
Bimbi mengharapkan agar kekasihnya memberikan pesan singkat balasan atau menelponnya. Menjelang sore, saat Bimbi terbangun dari tidurnya, handphone berdering. Nomor yang menghubunginya adalah nomor dari kantor kekasihnya. Ia bergegas menjawab telepon itu.
“Kemana aja? Baru sadar ya bahwa kamu punya pacar?”, tanya Bimbi dengan sinis.
“Aku sibuk, mas. Banyak kerjaan”.
“Memang tiap jam, menit dan detik?”
“Maaf, mas. Memang kamu punya masalah apa?”
“Kamu gak baca sms dari aku? Saking sibuknya ya?”
Obrolan di sore itu pun berubah menjadi lautan emosi. Layaknya polisi yang menginterogasi penjahat. Itulah yang dilakukan oleh Bimbi kepada kekasihnya. Ia kesal dengan perlakuan kekasihnya itu. Sebab di tengah kesibukkannya, ia tetap tidak mempunyai waktu untuk Bimbi. Itulah kebiasaan dari kekasihnya. Bimbi sudah sering mengalami hal seperti itu. Hal itu lagi yang paling membuatnya kesal. Dari situ terkadang ia berpikiran untuk memiliki kekasih lagi. Tapi, ia tetap setia kepada kekasihnya dan mencoba untuk menerima apa adanya.
“Makan hati donk”. Memang Bimbi kerap makan hati. Tetapi ia tetap setia kepada kekasihnya. Meski, ia sering diperlakukan demikian.
Gara-gara perselisihan itu, akhirnya memuncaklah perasaan kesal si kekasih. Akhirnya, hubungan mereka pun berakhir. Hubungan yang telah dijalin selama tiga tahun. Tahun yang panjang bagi mereka berdua. Kekasihnya kerap mendapat kata-kata kasar dari Bimbi. Tak jarang, kekasihnya pun mengeluarkan air mata oleh karenanya. Namun, di balik itu semua, Bimbi masih mencintai dan menyayanginya.
Kini Bimbi hidup sendiri atau dalam istilah gaulnya, JOMBLO. Ia ingin mencari pengganti dari kekasihnya. Tetapi, ia tidak bisa menghilangkan bayang-bayang wajah dan kenangan-kenangan manis bersama mantan kekasihnya itu. kejadian itu nampak begitu menyakitinya. Tiap kali menghubungi mantannya itu, ia selalu menyatakan bahwa ia masih cinta dan menyayanginya. Ia pun sangat mengharapkan dirinya untuk kembali. Tetapi mantannya itu selalu menyatakan, “aku tidak begitu mengharapkan lagi”.
Sungguh, peristiwa di akhir bulan November itu sangat menyakiti hati Bimbi. Sampai saat ini cintanya belum mati. ia masih mengharapkan bahwa mantan kekasihnya bisa kembali. Sebab di anatara mantan kekasihnya yang lain, dialah yang paling berkesan dan memiliki begitu banyak kenangan. Ia adalah yang terbaik baginya. Ia adalah cinta yang diperjuangkannya. Ia adalah semangat baginya untuk lekas menyelesaikan kuliah hingga ia bisa bekerja dan segera menikahinya. Tetapi semua itu kini hanya khyalan. Mantan kekasihnya sudah tidak begitu mengharapkannya lagi.
Sejak itu tertanam dalam hati Bimbi:
“Cinta memang bukanlah hal yang mudah untuk dipahami. Dia bukanlah skripsi atau buku-buku filsafat yang mudah dipahami. Dia juga bukan sebuah tulisan tentang astronomi atau tentang shio. Ia adalah makhluk abstrak. Ia bagaikan kutub utara dan kutub selatan dari magnet. Bila makin mendekat dengan daya tarik. Ia akan saling menjauh. Bila semakin menekap, ia akan saling menolak. Yah…cinta adalah pelajaran yang tidak akan pernah kita dapatkan dari sekolah atau pun bangku kuliah. Ia adalah kehidupan dan dapat dipelajari dari pengalaman. Itulah cinta”.

One thought on “Cinta dan Harapan Bimbi

  1. Intan mengatakan:

    Ada akhir yang pahit. Yang mungkin menjebak manusia hidup dalam masa lalu karena hanya mengenang bagian indahnya saja. Tapi ketika akhirnya manusia mampu melepaskannya dan akhirnya bisa mengawali hidup barunya yang manis, manusia akan bersyukur karena sebelumnya pernah merasakan pahit. Hidup bukan dan untuk di masa lalu tapi untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 163,456 PEMBACA

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

SPACE IKLAN

2560x1440-black-solid-color-background
%d blogger menyukai ini: