DASAR PEMIKIRAN BERKENDARA

Oleh : Philipus Vembrey Hariadi

Tepat jam 15.30 wib adalah waktu yang tepat bagi saya untuk pulang kantor. Dengan mengendarai sepeda motor saya berjuang untuk sampai di rumah.

Pola pikir yang saya pergunakan pada saat berkendara adalah santai aja…toh ini bukan berangkat kerja. Tetapi selama di perjalanan, saya menemui banyak hal yang membuat saya kadang tertawa dan mengeluarkan pertanyaan dalam diri, yakni “Apa sebenarnya yang kita pikirkan saat berkendara menuju pulang ke rumah?”.

Mungkin kita merasa capek dan letih, sehingga membuat kita ingin cepat-cepat sampai di rumah. Atau kemungkinan lainnya adalah harus menghadiri beberapa acara keluarga di rumah atau mungkin menyiapkannya.

Stop….hal itu membuat kita berkendara secara membabi buta. Menurut pengalaman saya, banyak pengendara yang terburu-buru menghasilkan kadar emosi yang tinggi, sehingga membuatnya mudah marah-marah.

Bayangkan saja seorang pengendara motor berkelahi dengan seorang pengendara mobil dikarenakan kedua kendaraan tersebut bersenggolan. Huhh…..

Berdasarkan hal tersebut, saya mau bertanya, “Kita ingin cepat sampai di rumah atau Kita ingin selamat sampai di rumah?”. Nah, Kedua hal itulah yang membuat saya terkadang membuat saya tertawa melihat orang-orang yang memacu kendaraannya dengan kencang dan sekencang-kencangnya.

Untuk itu, marilah merubah format pemikiran kita saat berkendara, yakni mencari keselamatan. Bukan mencari emosi atau kecelakaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s