Hey…..

Oleh: Philipus Vembrey Hariadi

Halo Bapak yang saya cintai dan sayangi.
Pernahkah engkau mendengar apa yang saya rasakan?
Saya merasa bosan untuk menunggu terwujudnya mimpi mereka.
Mimpi yang pernah engkau janjikan.

Betapa manisnya engkau menjanjikan.
Betapa manis pula kau melupakan.
Bagai kacang lupa kulitnya.
Ya, bagai kacang lupa pada kulit dan bahkan pohonnya.

Tetapi entah kenapa masih banyak yang suka dengan gayamu.
Masih banyak pula yang menjilatimu.
Masih banyak pula yang menunggu tumpukkan karung rejeki darimu.

Tangis sudah aku keluarkan.
Tenaga sudah pula aku keluarkan.
Darah pun sudah aku keluarkan.
Jeroanku pun sudah aku keluarkan.
Apalagi yang belum aku keluarkan?
Tetapi mengapa tidak ada perubahan?

Engkau membuat mereka bagai dihembusi angin gunung.
Begitu dihembus dan berlalu tanpa berkas.
Mungkin hanya meninggalkan jejak penyakit masuk angin.

Hah….bosan rasanya mendengar ucapmu.
Lebih baik kau pikir dirimu sendiri.
Jangan pikirkan kami yang akan melakukan segala sesuatu.
Jangan pikir pula apa yang akan kami perbuat pada masa depan kami.
Karena kami bertahan demi mendapatkan seonggok berlian dan emas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s