Hey…..

Tinggalkan komentar

14 September 2011 oleh mbi9

Oleh: Philipus Vembrey Hariadi

Halo Bapak yang saya cintai dan sayangi.
Pernahkah engkau mendengar apa yang saya rasakan?
Saya merasa bosan untuk menunggu terwujudnya mimpi mereka.
Mimpi yang pernah engkau janjikan.

Betapa manisnya engkau menjanjikan.
Betapa manis pula kau melupakan.
Bagai kacang lupa kulitnya.
Ya, bagai kacang lupa pada kulit dan bahkan pohonnya.

Tetapi entah kenapa masih banyak yang suka dengan gayamu.
Masih banyak pula yang menjilatimu.
Masih banyak pula yang menunggu tumpukkan karung rejeki darimu.

Tangis sudah aku keluarkan.
Tenaga sudah pula aku keluarkan.
Darah pun sudah aku keluarkan.
Jeroanku pun sudah aku keluarkan.
Apalagi yang belum aku keluarkan?
Tetapi mengapa tidak ada perubahan?

Engkau membuat mereka bagai dihembusi angin gunung.
Begitu dihembus dan berlalu tanpa berkas.
Mungkin hanya meninggalkan jejak penyakit masuk angin.

Hah….bosan rasanya mendengar ucapmu.
Lebih baik kau pikir dirimu sendiri.
Jangan pikirkan kami yang akan melakukan segala sesuatu.
Jangan pikir pula apa yang akan kami perbuat pada masa depan kami.
Karena kami bertahan demi mendapatkan seonggok berlian dan emas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

September 2011
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 163,456 PEMBACA

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

SPACE IKLAN

2560x1440-black-solid-color-background
%d blogger menyukai ini: