Pengalaman Buruk: Ternyata Diwariskan

Tinggalkan komentar

5 Oktober 2011 oleh mbi9

gambar: anaklawu.blogspot.com

gambar: anaklawu.blogspot.com

Tolong jangan dicabut paku tersebut. Jika Anda berpikir untuk mencabutnya, maka tindakan yang pertama kali harus Anda lakukan adalah berpikir selama ratusan kali. Karena jika Anda cabut paku tersebut, maka akan terjadi sesuatu yang buruk pada papan tersebut. Tentunya hal yang dikhawatirkan itu akan terjadi di masa depannya.

Kawan, itu adalah perumpamaan saya untuk melukiskan mengenai pengalaman buruk. Apa yang akan terjadi jika Anda melepaskan paku tersebut? Papan tersebut akan berlubang bukan? Apakah bisa ditambal? Bisa tetapi ketika dibasahi dengan air, maka lubang pada papan tersebut pun akan kembali terlihat dan dapat dirasakan dengan sentuhan jari atau telapak tangan.

Apa kaitannya paku tersebut dengan pengalaman buruk? Akhir-akhir ini, mungkin Anda telah menyaksikan beragam berita. Mulai dari berita mengenai politik hingga kepada masalah kriminal. Terkadang diundang salah seorang ahli ke dalam sebuah diskusi. Kemudian ahli tersebut memberikan pendapat mengenai masalah-masalah yang terjadi itu. Pandangannya mengarah pada satu permasalahan, yakni kemiskinan.

Belum lagi ditambahkan dengan permasalahan yang terjadi di antara buruh dan atasan. Produksi pabrik berkurang dan kemudian jumlah buruh dikurangi.

Itu semua adalah sebuah rangkaian permasalahan yang sangat kompleks. Saya hanya ingin mengantar pembaca kepada salah satu kemungkinan dalam menjawab permasalahan tersebut. Saya tidak berani terlalu mendalam untuk membedah permasalahan tersebut.

Melalui gambar paku tersebut saya mau menghantar para pembaca untuk merefleksikan, “Apakah kita pernah menjadi paku yang menembus papan tersebut?” Apakah kita pernah menembus hati seseorang atau kelompok dengan menggunakan kata-kata atau tindakan yang pada kenyataannya justru menjadi paku bagi hati sahabat atau mungkin karyawan kita?” Coba Anda pikirkan.

Karena di saat paku menembus sebuah papan, maka lubang yang ditinggalkan sangatlah dalam. Itu pun memberikan bekas pada papan. Itu adalah pengalaman buruk bagi si papan karena pernah disakiti oleh palu dengan pakunya. Sama halnya seperti kita, mungkin tanpa disengaja kita pernah menyakiti seseorang dan itu menjadi seperti paku yang meninggalkan lubang di papan. Lubang tersebut pun sangat sulit hilang. Justru membekas.

Itu semua mau mengajak kita bahwa secara otomatis melalui penancapan paku melalui kata-kata atau tindakan yang menyakiti hati orang lain, pada dasarnya kita meninggalkan sebuah pengalaman. Pengalaman itu ialah pengalaman buruk. Mengapa demikian? Ada seorang karyawan yang telah bekerja sedemikian loyalnya lalu kemudian justru Anda mengusirnya begitu saja. Kemudian karyawan tersebut pergi dari perusahaan dan melamar ke perusahaan lain. Padahal orang tersebut adalah orang terbaik.

Dengan luka yang sangat dalam itu, maka karyawan tersebut memberikan loyalitasnya kepada perusahaan baru. Tetapi masih dalam kadar biasa dan datar saja. Karena berdasarkan pengalaman yang diperolehnya, ia berpikir, “untuk apa saya bekerja dengan giat jika hanya mendapat perlakuan yang demikian?” Seperti itulah pikiran yang kadang hadir dan mengganggu orang yang mengalami pengalaman dilukai atau disakiti.

Secara sadar atau tidak sadar, pada dasarnya kita sudah mewarisi sesuatu yang buruk kepada setiap orang. Warisan itu adalah warisan sakit hati. Sehingga itu justru menjadi bendungan yang kokoh dan kuat bagi diri orang tersebut. Bendungan tersebut pun menahan kompetensi orang tersebut untuk berkembang dan menjadi statis atau bahkan pemalas.

Dengan demikian, apakah kita sampai saat ini masih mau menancapkan paku ke dalam papan setiap orang? Apakah kita siap menemukan orang yang merupakan produk dari apa yang sudah kita berikan kepada orang lain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Oktober 2011
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,186 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: