Preventif bagi Pemimpin

on
gambar:imdadlogistics.com
gambar:imdadlogistics.com

Oleh: Philipus Vembrey Hariadi

Kembali dengan blog lagi setelah melewati rangkaian rutinitas yang sangat melelahkan. Hari ini saya ingin berbicara mengenai kemampuan preventif seorang pemimpin. Mengapa hal itu diperlukan? Saat ini begitu banyak pemimpin yang justru bertindak kurang tepat dalam melakukan tindakan preventif. Mengapa pula tindakan preventif sangat diperlukan bagi seorang pemimpin?

Tindakan preventif adalah suatu tindakan di mana seseorang harus melindungi hak-haknya. Bahkan bagi saya pribadi tidak hanya hak-haknya tetapi hampir semua harus mendapat tindakan preventif. Tetapi maaf, tidak termasuk di dalamnya adalah kekuasaan yang justru membentuk tirani lho ya….Tetapi hak yang harus dilindunginya.

Preventif diperlukan bagi seorang pemimpin dikarenakan pemimpin terkadang kebobolan dan justru terkadang menonjolkan kelemahan di dalam melakukan hal ini. Sebab di dalam sebuah organisasi atau sebuah perusahaan, seorang pimpinan terkadang harus menghadapi orang-orang yang justru ingin menjatuhkan atau berniat ingin menggesernya. Di dalam menghadapi hal seperti itu, maka seorang pimpinan memerlukan sebuah tindakan preventif. Apa saja tindakan preventif itu?

1. Hapus Rasa Dendam
Di dalam diri seorang pemimpin diperlukan sebuah sikap di mana ia tidak memiliki rasa dendam. Hal itu mengibaratkan bahwa seorang pemimpin memerlukan pertobatan yang radikal. Ini perlu karena dengan tingkatan nol pada kategori dendam, maka seorang pemimpin dapat berpikir dengan tenang. Di samping itu, pemimpin pun dapat memberikan kebijakan yang bukan sekedar lahir dari emosi.

2. Bersabar dan Berpikir Jernih
Apa jadinya jika seorang pemimpin mengeluarkan kebijakan didasarkan pada amarahnya saja? Menurut saya hanya ada dua kemungkinan dalam menjawab pertanyaan itu, satu kebijakan tersebut dianggap aneh. Kedua, ditertawakan oleh lawan yang kebetulan terus mengamati pemimpin tersebut. Oleh sebab itu, sama halnya seperti apa yang sudah saya tegaskan di atas bahwa sikap sabar dan berpikir jernih sangat diperlukan di dalam memperoleh atau bertindak secara preventif.

Menurut saya cukup itu saja yang bisa saya berikan. Semoga berguna bagi Anda. Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s