Lapisan Ozon Menipis, Kasus Kebutaan Tinggi

Tinggalkan komentar

18 November 2011 oleh mbi9

gambar:kompas.com

gambar:kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Nila Moeloek mengatakan, jumlah kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia masih tinggi dengan prevalensi 52 persen. Salah satu faktor penyebabnya adalah sinar ultraviolet yang timbul akibat dampak penipisan lapisan ozon.       Dalam talkshow bertema “Dampak Penipisan Lapisan Ozon terhadap Kesehatan” di Jakarta, Kamis (17/11/2011), Nila menjelaskan, kerusakan lapisan ozon stratosfer disebabkan oleh berbagai gas yang mengandung klorin dan atau bromin serta mampu naik hingga lapisan stratosfer. 

Bahan Perusak Ozon (BPO) pada umumnya digunakan sebagai bahan pendingin, bahan pembuatan busa dan sebagainya.  BPO yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari seperti CFC, Hydro chloroflourocarbon (HCFC), metil bromida, aerosol bisa ditemui di mesin cuci, AC, hairspray, busa kursi, pabrik, tembakau, AC mobil, bahan pembersih dan sebagainya.      Berbagai BPO itu akan menyebabkan menipisnya lapisan ozon sehingga berdampak pada kesehatan dan menurunkan kekebalan tubuh, menghambat pertumbuhan tanaman dan membunuh beberapa jenis plankton.

Ia menambahkan, pemerintah sejauh ini juga belum memprioritaskan dan memberi perhatian kepada masalah mata sehingga jumlah penderita kebutaan masih tinggi.

“Pemerintah masih fokus pada penyakit seperti AIDS dan mengabaikan mata, padahal mata berperan penting karena juga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” kata Nila      Kebutaan akibat katarak mencapai 200 ribu kasus setiap tahun, tidak seimbang dengan jumlah dokter mata sebanyak 1.600 orang. Sementara kanker yang paling banyak akibat sinar matahari adalah tumor mata.      “Dampak penipisan lapisan ozon salah satunya penderita kanker meningkat  di Indonesia yaitu 11 juta kasus baru dengan tujuh juta pasien meninggal dan total 25 juta penderita kanker,” ujar Nila Moeloek.      Nila mengatakan, operasi katarak membutuhkan biaya yang besar tapi setelah dioperasi akan memberi dampak yang positif bagi orang penderita katarak karena bisa melihat kembali dan mejadi produktif.      “Bayangkan saja jika satu orang buta tidak bisa bekerja akan bergantung kepada orang lain, jika dioperasi bisa melihat kembali maka ia akan bekerja dan menjadi produktif, pertumbuhan ekonomi akan berjalan,” tambahnya.      Karena itu, Indonesia memiliki Visi 2020 dengan misi semua punya hak untuk melihat bertujuan untuk menurunkan jumlah kebutaan yang dapat dicegah menjadi 0,5 persen pada 2020. Hal ini diyakini bisa meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas setiap individu.

Sumber : ANT
Sumber berita: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

November 2011
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 163,456 PEMBACA

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

SPACE IKLAN

2560x1440-black-solid-color-background
%d blogger menyukai ini: