APAKAH PELAYANAN ANDA BERKONSEP CUSTOMER ADALAH “RAJA”?

Tinggalkan komentar

8 Januari 2012 oleh mbi9

imagesource:visualphotos.com

imagesource:visualphotos.com

Oleh: Philipus Vembrey Hariadi

Sebenarnya apa yang saya tulis ini sudah saya alami beberapa minggu yang lalu. Hanya baru punya kesempatan untuk menuliskannya di dalam blog ini. Pengalamannya seperti ini, ketika saya ingin membeli barang dagangan. Saya mampir ke sebuah toko untuk melihat chasing-chasing yang mungkin bisa saya beli. Saya melihat-lihat. Kemudian ada salah seorang SPG yang menghampiri saya. Dia bertanya, “cari apa, mas?”. Dengan ramah saya jawab pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa saya ingin membeli chasing salah satu ponsel ternama dan itu seri terbaru. Dia menjawab sambil mengebaskan rambut dan sambil menunjukkan chasing tersebut, “Oh ini dia, mas….” Saya bertanya lagi, “berapa harganya, mba?” Dia menjawab dengan nada yang agak tinggi. Lalu, saya tanya lagi, “Kalau beli secara grosir kira-kira dapat harga berapa ya….” Si mba tersebut menjawab dengan diiringi mata yang membesar dan menyebutkan,”harga yang tadi dikalikan saja dengan jumlah pembelian.” Dalam hati saya berbicara, “Kok begini amat cara pelayanannya.”

Pengalaman saya itu membuat saya ingin berbagi kepada teman-teman sekalian. Khususnya bagi teman-teman yang sudah memiliki pegawai. Mungkin jumlah pembelian Anda sering menurun akhir-akhir ini. Hal itu berarti menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang kurang tepat di dalamnya. Misalnya jenis barang yang kurang banyak menyediakan pilihan kepada pembeli, harga barang, kurangnya promosi dan lain sebagainya. Mungkin juga pengalaman saya itu dapat masuk ke dalam kategori masalahnya.

Jika kita berbicara mengenai pelayanan kepada customer, maka seharusnya kita berpijak kepada kata-kata, “customer adalah raja.” Oleh karena customer adalah “raja”, maka sudah seharusnya kita memberikan pelayanan dan kinerja terbaik. Bukan justru memberikan kesan jutek atau meremehkan. Tidak hanya di dalam pengalaman yang saya tulis saja. Saya juga kerap mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan di dalam beberapa toko.

Untuk mengevaluasi hal tersebut, kita memerlukan fakta riil mengenai tindakan tersebut. Setelah data kita kumpulkan, barulah kita mengambil tindakan. Jangan langsung mengambil tindakan arogan dengan memecat. Karena yang saya percayai adalah mereka manusia dan oleh karena mereka manusia, maka hal yang saya percayai adalah mereka akan berubah jika diberikan informasi bahwa langkah atau kebiasaan dalam melayani itu adalah kurang baik, setelah itu perhatikan selama beberapa bulan. Jika juga tidak ada perbaikan, maka berikan sangsi keras berupa teguran. Jika sudah tidak mengalami perubahan juga berarti ada yang rusak dalam sistem pemikiran mereka, maka silahkan Anda menempuh kebijakan yang mungkin diperlukan untuk menyelamatkan usaha Anda.

Hal ini saya bagikan kepada Anda untuk sekedar informasi saja. Semoga apa yang saya bagikan ini dapat berguna demi kemajuan usaha Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Januari 2012
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 163,456 PEMBACA

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

SPACE IKLAN

2560x1440-black-solid-color-background
%d blogger menyukai ini: