KEKURANGAN-KEKURANGAN YANG ADA DI DALAM DIRI REMAJA (BERDASARKAN KISAH PENGALAMAN SEORANG TEMAN)

Tinggalkan komentar

13 Januari 2012 oleh mbi9

imagesource:chidimar.com

imagesource:chidimar.com

Oleh: Philipus Vembrey Hariadi
Oke, hari ini kita bicara agak sedikit formal. Terutama mengenai pendidikan. Berdasarkan pengalaman teman sebagai seorang guru dan juga berdasarkan cerita dari pengalamannya selama menjadi seorang guru, maka ada trend yang sungguh sangat mengkhawatirkan dari dalam diri seorang remaja. Terutama remaja yang masih awal di masa sekolah menengah atas.

Hal-hal itu adalah sebagai berikut:

Daya Analisa yang Kurang
Hal ini saya peroleh berdasarkan cerita mengenai bagaimana seorang remaja menjawab pertanyaan yang dilemparkan oleh teman saya. Jawabannya memang betul tetapi remaja tersebut melupakan dasar dari jawaban yang dilontarkannya. Maksud saya ialah seluruh jawaban didasarkan pada proses untuk menuju jawaban tersebut. Tetapi remaja itu justru menghindari proses tersebut dan langsung menjawab pertanyaan tersebut pada point pokoknya saja.

Bangga dengan Hasil Mencontek
Ini tentunya berkaitan dengan mental yang dimiliki oleh beberapa kalangan remaja yang bangga terhadap kebiasaan menconteknya. Padahal itu kurang memberikan daya kreatif pada pengembangan dirinya. Karena belajar itu sendiri bagi saya ialah mengatur dan memanage pemikiran, sehingga bisa memberikan jawaban yang pas dan tepat. Di sinilah letak kekecewaan saya pribadi bahwa masih ditemukan beberapa oknum dari remaja yang bangga justru terhadap kebiasaan yang saya anggap membuat dirinya kurang berkembang.

Kurang Tanggung Jawab
Anda bisa percaya atau tidak, perhatikanlah seorang remaja ketika ia membawa barang miliknya sendiri. Apa yang akan dia lakukan? Tidak sedikit dari mereka justru meletakkannya di tempat sembarangan. Ketika hilang, maka ia akan mencarinya. Ketika ditanya, ia tidak mengakui keteledorannya.

Enggan Menulis
Beberapa remaja mungkin dapat kita temukan hobby menulis. Ada pula beberapa justru sangat tidak menyukai menulis. Jika dibandingkan, mungkin keduanya pun akan memiliki peringkat yang berbeda. Tidak jarang kita akan menemukan remaja yang sangat sulit untuk menimbulkan semangat dalam menulis. Bagaimana mungkin, untuk menulis jawaban uraian saja mereka malas. Inilah hal yang perlu kita pikirkan. Padahal berdasarkan pengalaman saya, untuk menulis satu jawaban dari satu soal uraian membutuhkan kemampuan untuk mencari argumen dan penyusunan bahasa yang tepat. Sehingga ada beberapa kecerdasan yang terpicu di dalamnya.

Itu saja beberapa kekurangan yang dapat saya ungkap berdasarkan cerita dari teman saya yang berprofesi sebagai seorang guru. Mudah-mudahan hal ini menjadi pemikiran bagi kita atau mungkin Anda sebagai orang tua untuk kembali memikirkan peranan kita di dalam mendidik seorang anak yang masih berusia remaja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Januari 2012
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,186 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: