HINDARI BENTAKKAN SAAT BICARA KEPADA ANAK

gambar:ferchanda-dhincan.blogspot.com
gambar:ferchanda-dhincan.blogspot.com

Oleh: Philipus Vembrey Hariadi

Bapak atau Ibu yang saya hormati, seperti pada gambarkah cara kita mendidik anak? Seperti itukah cara kita meminta anak mengakui kesalahannya? Atau seperti itu jugakah kita menasehati anak kita?

Sangat disayangkan, ternyata masih banyak orang tua yang menerapkan pola pendidikan seperti itu, padahal cara seperti itu merupakan cara yang kurang manusiawi. Cara itu hanya meninggalkan rasa takut pada diri anak kita. Jika tidak percaya, tanyakan pada anak Anda ketika mereka mendapat makian dari kita. “Apa yang membuatmu melakukan apa yang diperintahkan oleh Ayahmu?” Jawaban yang terlontar dari mulut anak kita adalah “Saya takut dimarahi oleh bapak saya.”

Menjalankan sebuah perintah atau saran lebih enak jika dijalankan tanpa rasa takut. Rasa takut hanya membangkitkan rasa dendam. Itu akan terbawa oleh diri anak selamanya. Jika tidak demikian pun, maka si anak kadang menemukan perbandingan. “Kenapa ayah A lebih baik dari ayah saya?” Akhirnya mereka pun terkadang melarikan diri menuju kenyamanan yang mereka inginkan. Kenyamanan itu diperolehnya dari teman-temannya atau pun tempat lain.

Oleh sebab itu, ada baiknya kita mengurangi atau bahkan meniadakan cara mendidik anak yang demikian kerasnya, sehingga membentuk anak kita yang taat bukan karena takut. Tetapi taat karena kebijaksanaan kita sebagai orang tua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s