Meruntuhkan Idealisme dan Ke”aku”an

Tinggalkan komentar

27 Juni 2012 oleh mbi9

Oleh: Philipus Vembrey Hariadi

Pernahkah Anda melihat salah seorang pengendara mobil yanng mungkin sedang dikejar-kejar oleh waktu? Lalu, tidak jauh di depan ada sebuah mobil yang justru ingin masuk ke dalam jalur mobil pertama tadi sudah memberikan signal dan ternyata mobil pertama tadi menghiraukan saja signal mobil yang diberikan? Atau mungkin saya permudah. Pernahkah Anda mendengar terjadi perdebatan di dalam rapat antara pemimpin dengan salah seorang asistennya?

Di dalam tulisan ini, saya tidak ingin mengangkat masalah perdebatan. Sebuah masalah jika hendak diselesaikan dan itu harus melalui proses perdebatan, itu bukanlah sebuah masalah. Melalui tulisan ini, saya hanya ingin mengajak bahwa ada beberapa hal yang essensial dan mungkin tidak terlihat oleh kita semua di dalam perdebatan.

Bicara soal peredebatan tentu sama saja berbicara mengenai contoh pertama yang telah saya berikan. Mengapa mobil pertama menghiraukan saja signal belok dari mobil yang hendak masuk ke dalam jalurnya? Jawaban Anda pasti, mungkin orang di dalam mobil tersebut sedang dikejar oleh waktu. Atau mungkin, memang pengendara di dalam mobil itu sedang dalam situasi darurat, sehingga harus mengendarai dengan cepat.

Segala kemungkinan sudah pasti ada di dalam contoh yang telah saya berikan itu. Tetapi, ada bahaya di dalam sikap si pengemudi tersebut. Bahaya macam apa yang akan ada di dalam diri si pengemudi? Saya ingin mengajak para pembaca untuk mencoret kemungkinan kedua yang ada di atas. Apa jadinya? Bahaya yang ada di dalam diri pengemudi itu ialah suatu virus ego yang semakin mengakar. Ego itu merasuk ke dalam inti pemikiran pengendara itu. Lalu, kemudian berubah menjadi semacam idealisme yang tertanam dan entah kapan menjadi membatu. Inilah bahaya yang mungkin akan didapati dan tertanam di dalam diri si pengendara mobil itu.

Nilai Apa yang Diperoleh?

Di dalam sebuah organisasi, jika Anda bertemu dengan orang yang memiliki karakter seperti ini akan sangat berbahaya. Mengapa berbahaya? Orang yang memiliki sikap atau pemikiran seperti ini akan cenderung mengabaikan pemikiran dan gagasan orang lain. Orang seperti ini ingin bahwa ide dan gagasannya lebih diutamakan. Ketimbang gagasan dan pemikiran dari orang lain.

Di dalam kehidupan sehari-hari pun orang dengan sifat seperti ini cenderung ingin mengutamakan dirinya sendiri. Setelah itu baru orang lain. Dengan catatan, mungkin ia memikirkan orang lain juga. Namun, tentunya dalam kadar yang sepersekian mili. Selebihnya adalah “aku”.

Bagaimana Cara Mengatasi?

Pengendara mobil pada contoh saya itu, akhirnya mengalah. Ia mengalah bukan dengan kendaraan yang sejenisnya. Ia justru mengalah dengan truk yang memiliki klakson yang keras. Setelah dibunyikan klakson dari truk tersebut. Maka, si pengendara memberikan jalurnya kepada truk tersebut.

Saya bukan mengajak Anda untuk membawa truk dan membunyikan klakson di hadapan orang yang memiliki sifat seperti itu. Tetapi saya ingin mengajak Anda untuk berpikir bahwa jika si pengendara bisa memberikan jalurnya kepada truk itu berarti ada juga yang bisa dan mampu membelokkan idealismenya dan “keakuannya”. Itu pun mengibaratkan sesuatu yang besar dan keras. Itu bisa saja pimpinan yang tertinggi. Atau bisa juga sebuah tujuan yang besar. Tetapi itu pun juga perlu suara yang keras. Suara yang keras bukan berarti Anda harus menggunakan megaphone. Melainkan seluruhnya sepakat untuk menggunakan ide dan pemikiran yang disetujui demi kepentingan bersama.

Sekian tulisan saya. Semoga ini berguna demi kebaikan organisasi Anda. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Juni 2012
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,744 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: