MENDIDIK CALON PEMIMPIN MELALUI PENGALAMAN

Tinggalkan komentar

17 Agustus 2012 oleh mbi9

gambar:leadership-quotes.org

Oleh : Philipus Vembrey Hariadi

Menjadi seorang pemimpin itu mudah tetapi sulit. Mengapa demikian? Karena menjadi seorang pemimpin itu memerlukan skill yang diperoleh berdasarkan pengalaman yang diperoleh di lapangan. Sebagai seorang pemimpin, Anda tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa pengalaman yang diperoleh. Atau mungkin, sebagai seorang pemimpin Anda tidak mungkin mengabaikan saran dari seorang yang sudah tergolong ahli di bidang yang ingin digerakkan.

Oleh sebab itu, untuk menciptakan seorang pemimpin yang pas dan tepat menurut kriteria yang Anda inginkan, satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa pengalaman itu harus ada. Pengalaman itu tidak bisa dibeli melalui pendidikan classing. Pengalaman itu tidak hanya diperoleh melalui materi-materi perkuliahan atau pendidikan paling tinggi sekali pun. Melainkan pengalaman itu ada setiap hari dan selalu terjadi.

Tetapi pertanyaan selanjutnya, bagaimana pengalaman itu dapat dirasakan oleh seorang calon pemimpin? Pengalaman itu bisa diberikan dan dirasakan melalui sebuah program regenerasi. Sebuah program yang menuntut calon pemimpin untuk turut merasakan dan mengeluarkan seluruh kompetensi yang dimilikinya. Sebuah program yang bisa mengeluarkan seluruh hal yang ada di dalam dirinya.

Mengenai program tersebut, saya pernah mencoba pada salah satu orang calon pemimpin. Ia saya berikan salah satu kesempatan untuk menonjolkan seluruh kemampuan diri yang dimilikinya. Alhasil, memang ada sedikit perbedaan yang terjadi pada saat sebelum terpilih dengan pada saat setelah terpilih. Itu sungguh-sungguh berbeda.

Tetapi untuk menyikapi kedua perbedaan itu, saya mencoba satu hal yakni program “remainding what do you say before”. Program ini bukan sekedar program yang ditulis dengan pengajuan proposal dan memperoleh dana untuk menyukseskannya. Tidak, saya tidak membutuhkan dana untuk itu. Tetapi apa yang dikatakannya pada saat sebelum terpilih adalah satu kata kunci yang menjadikannya sebuah rem untuk seluruh hal yang tidak sesuai dengan apa yang diungkapkan sebelumnya. Sekaligus menjadi semangat dikala merasa bosan dan letih.  Bagi beberapa orang mungkin hal itu tidak dan sangat sulit untuk terjadi. Tetapi alhasil, apa yang terjadi pada calon pemimpin itu sungguh berbeda. Dia selalu bersemangat dan mau melakukan apa pun untuk organisasi yang dipimpinnya.

Dengan demikian, saya bisa menyimpulkan bahwa pengalaman merupakan guru yang terbaik bagi seorang calon pemimpin. Tetapi dikala calon tersebut melupakan pengalaman yang diperolehnya, sangat diperlukan saran dari salah seorang yang mungkin juga memiliki pengalaman yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,744 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: