KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING: DARI HATI ATAU PIKIRAN?

Tinggalkan komentar

3 November 2012 oleh mbi9

Oleh : Philipus Vembrey Hariadi

Memang suatu kebetulan bagi saya yang diminta oleh pimpinan untuk mendampingi siswa dan siswi mengikuti acara Latihan Dasar Kepemimpinan. Pada awalnya memang saya merasa malas untuk mengikutinya. Tetapi ketika membaca draf dari tim yang akan membimbing Latihan Dasar Kepemimpinan tersebut, ada satu sesi yang saya anggap menarik untuk diikuti. Di mana menurut pemikiran saya, sesi tersebut memicu tiga aspek lengkap pendidikan secara utuh, yakni kognitif, afektif dan psikomotorik.

Pada saat sesi ini berlangsung, saya tidak mendampingi siswa dan siswi dari sekolah tempat saya bekerja. Melainkan saya mendampingi siswa dan siswi dari sekolah lain. Di sinilah kenangan yang sulit saya lupakan hingga saat ini, yakni timbul sebuah pertanyaan dari salah seorang peserta. “Pak, bagaimana ini. Saya takut untuk berorasi. Saya tidak tahu harus berbicara apa?” Di sini saya bingung. Kenapa anak tersebut bertanya demikian kepada saya dan ekspresinya sungguh-sungguh gugup.

Lalu, saya berpikir mungkin selama ini, dia tidak pernah diberikan kesempatan untuk berbicara di muka umum. Atau mungkin dia selama ini memiliki rasa enggan untuk berbicara di muka umum atau sekedar memberikan pernyataan di depan umum. Jadi, ada dua kemungkinan yang ada di dalam diri anak tersebut, yakni faktor eksternal di mana yang bersangkutan tidak pernah diberikan kesempatan di depan umum. Faktor internal ialah yang bersangkutan sudah diberikan kesempatan tetapi justru menolak dengan alasan malu atau lainnya.

Saya menanggapi pernyataan tersebut dengan bertanya kepadanya, “Selama ini kamu berbicara melalui pikiran terlebih dahulu atau perasaan? Kalau melalui pikiran, maka perasaanmu yang akan mengontrolnya. Sedangkan jika menggunakan perasaan, maka pikiranmulah yang akan mengontrol apa yang akan kamu nyatakan.” Siswi tersebut menjawab bahwa selama ini ia berbicara melalui pikiran. Lalu saya bertanya lagi, “enakkah?” Yang bersangkutan menjawab, “enak”. Saya bertanya lagi, “terputus atau mengalir?” Spontan dia menjawab, “tersendat.”

Saya berpendapat kepada dia, hari ini kita coba membalik pola yang biasa kamu pergunakan itu. Bisa atau tidak, itu akan terjadi di lapangan. Sedikit masukkan dari saya, untuk membuat seluruh pernyataanmu menjadi enak didengar oleh orang lain, bisakah membiarkan apa yang kamu ketahui itu mengalir ke hati dan disaring oleh pikiranmu? Dia menjawab, nanti kita coba, pak. Oke, saya tunggu.

Kegiatan pun berlangsung. Di sini saya hanya mengamati setiap siswa yang sedang berorasi. Saya memperhatikan setiap susunan kata yang disampaikannya. Mulai dari sapaan, inti orasi,ajakan dan penutup dari orasi. Saya memperhatikan bahwa skill untuk berbicara di depan umum ternyata masih sedikit kurang dan di sinilah peran serta pendidikan sangat diperlukan.

Saat giliran siswi tersebut saya mengamati jalannya orasi. Pada menit awal, berlangsung dengan aman bebas dan lancar. Tetapi di menit kemudian, terjadi silent presentation. Yang bersangkutan sempat terdiam dan tampak berpikir. Di sanalah saya perhatikan sepertinya ia terjebak pada pemikiran, “gue harus ngomong apa lagi nih…” Oleh sebab itu, saya memberikan kode kepada yang bersangkutan dengan senyuman. Sepertinya kode saya itu mengingatkan pesan yang sudah saya sampaikan sebelumnya.

Dari cerita pengalaman saya itu, saya hendak menyatakan bahwa banyak dari kita sangat sulit untuk mengluarkan kemampuan berbicara di depan umum. Itu justru disebabkan oleh faktor dominan yang datang dari dalam diri kita, yakni malu dan pembatasan pada pikiran. Kita sulit sekali untuk berbicara karena pengetahuan yang kita miliki terhadap suatu hal cenderung hanya berada di pikiran dan tidak dimanfaatkan untuk diturunkan ke dalam hati. Solusi untuk mengatasinya ada beragam trik. Itu semua tergantung kepada problematis masing-masing individu.

Sekian tulisan dari saya dan terima kasih sudah membacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

November 2012
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,744 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: