Menatap Perubahan

Tinggalkan komentar

6 November 2012 oleh mbi9

Oleh : Philipus Vembrey Hariadi

Perubahan, satu kata yang menurut saya seringkali terdengar dari orang-orang yang sudah melihat kondisi dan situasi yang kurang sesuai. Perubahan, juga seringkali kita dengar dari para aktifis yang berkecimpung di dunia politik. Perubahan adalah kata yang seringkali terdengar dari berbagai arah dan dari berbagai kondisi dan situasi. Tetapi tahukah bahwa perubahan yang mungkin sering kita dengar adalah perubahan yang justru bersifat relatif?

Jika kurang percaya, coba sekarang Anda tanyakan kepada orang-orang yang Anda temui di jalan: Apakah Anda menginginkan perubahan? Jangan hanya pada satu orang. Melainkan juga dengan beragam orang. Coba dibatasi lima orang, maka Anda akan menemukan perubahan yang diinginkan. Kemungkinan besar jawaban dari masing-masing orang itu adalah berupa perubahan dalam bidang ekonomi, politik dan hukum. Seluruhnya akan menjawab berbeda.

Di situlah saya menemukan bahwa perubahan itu bersifat relatif. Relatif yang saya maksud di sini ialah perubahan bagi saya belum tentu sama dengan perubahan yang Anda inginkan. Lalu, harus bagaimana dengan perubahan yang bersifat relatif itu?

Cobalah menatapnya secara partial. Perubahan yang mungkin Anda inginkan berkaitan erat dengan segi-segi atau aspek lainnya. Mungkin saja Anda menginginkan perubahan di bidang politik. Itu tentunya mengisyaratkan perlu juga perubahan yang menopang terjadinya perubahan di bidang yang lain. Contohnya, di dalam kebijakan politik tentu saja berkaitan dengan hukum. Oleh sebab itu, carilah terlebih dahulu sumber dari apa yang perlu diubah. Karena tentunya perubahan yang diinginkan sangat berkaitan dengan aspek atau segi yang lain.

Sesudah sumber dari perubahan itu diketemukan, jangan lupa,mungkin Anda membutuhkan sokongan saran dari para ahli. Saran-saran itu tentunya bisa dijadikan pijakan dalam melaksanakan perubahan. Tentunya, jangan mengabaikan aspek yang ada di awal tadi. Hal ini menurut saya perlu sekali dilakukan. Karena perubahan itu mungkin saja akan menyentuh aspek umum (kepentingan banyak orang). Jangan sampai tercapainya perubahan yang diinginkan justru mengesampingkan kebutuhan atau hajat orang banyak.

Setelah melakukan itu semua atau sudah menatapnya secara partial, maka silahkan digabungkan, maka perubahan inti akan terlihat. Di sanalah Anda sudah siap mengadakan perubahan. Syaratnya ialah perubahan itu lebih bersifat humanis dan bukan pada perubahan yang arogan.

Sekian pemikiran saya mengenai perubahan. Semoga Anda bisa melakukan perubahan di mana pun Anda berada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

November 2012
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,186 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: