MEMBERIKAN iPAD atau TABLET PADA ANAK? Pikirkan kembali!

Tinggalkan komentar

30 Maret 2013 oleh mbi9

gambar:www.howstuffworks.com

gambar:www.howstuffworks.com

Oleh : Philipus Vembrey Hariadi

Anak Anda berusia kurang lebih 4 tahun. Anda berpikir untuk memberikan mainan yang cocok untuknya? Di sana Anda berpikiran untuk membelikan iPad atau Tablet agar anak Anda bisa memiliki permainan. Itu boleh saja Anda lakukan tapi ada satu hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan hal tersebut.

Kemajuan teknologi memang memberikan dua tawaran dalam memanfaatkannya. Ia bisa digunakan untuk mempermudah pekerjaan atau sekedar memberikan aspek hiburan. Bagi saya pribadi, tablet atau iPad memberikan kepada saya kedua tawaran tersebut. Saya pun memanfaatkannya sedemikian rupa, sehingga mempermudah saya untuk bekerja dan sekaligus memberikan saya hiburan.

Namun, hati-hati ketika benda itu sampai kepada Anak Anda. Apalagi pada saat anak Anda berusia kurang lebih 4 tahun. Karena ada beberapa hal yang perlu Anda pikirkan dan pertimbangkan hingga pada akhirnya Anda bisa memberikan benda itu kepada Anak.

Menikmati Dunianya Sendiri
Ketika anak Anda diberikan tablet atau iPad, perhatikan apa yang terjadi? Apakah anak Anda akan memperhatikan ketika Anda panggil? Atau segera melakukan apa yang Anda minta perbuat? Apakah itu semua menjadi sulit?

Tampaknya si anak akan lebih terus memahami dan menikmati permainan itu dengan serius. Seakan-akan jiwa mereka masuk ke dalam permainan tersebut, sehingga itu akan menjadi sulit bagi kita untuk meminta mereka melakukan sesuatu seperti misalnya tidur dan lainnya. Mereka hanya akan melengos dan mengabaikan itu. Lalu, hitungan detik pun mata dan jiwa mereka kembali kepada permainan yang tengah dinikmatinya.

Hal seperti itu akan berdampak negatif kepada diri si anak. Secara psikologis si anak akan secara total menghabiskan konsentrasinya dalam permainan itu. Si anak akan mengabaikan realita yang ada di sekelilingnya. Ini akan membuat pribadinya sedikit anti-sosial. Kekhawatiran yang sangat besar ialah pada perkembangannya nanti si anak akan menjadi individualis dan menjadi introvert. Tentunya ini sangat kurang sehat bagi diri seorang manusia. Karena si anak akan menjadi seorang pribadi yang individualis.

Emosi Tercurah dalam Games
Perhatikan ketika anak Anda menikmati permainan. Ia akan nampak sangat serius bukan? Oleh karena serius, maka emosi anak pun ikut terlibat di dalamnya. Ingatlah pada usia 4 tahun seorang anak belum pintar untuk memisahkan antara permainan dan dunia nyata. Oleh sebab itu, permainan akan sangat menguras emosi anak dan dampak mengerikan lainnya ialah si anak akan marah ketika tablet atau iPad tersebut kita ambil.

Di sini orang tua perlu sungguh-sungguh pintar dalam memilah-milah permainan untuk anak. Ingatlah bahwa perkembangan anak sungguh mulai ditentukan pada seluruh proses perkembangan anak Anda. Tentunya Anda tidak ingin membuat anaknya menjadi seorang yang individualis an emosional bukan. Oleh sebab itu, pikirkan kembali permainan yang akan Anda berikan kepada anak Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Maret 2013
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 163,456 PEMBACA

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

SPACE IKLAN

2560x1440-black-solid-color-background
%d blogger menyukai ini: