KEBENARAN

Oleh : Philipus Vembrey Hariadi

Benak hati bertanya
Apakah kebenaran masih hidup?
Atau kebenaran sudah koma?
Sudah tiada lagi nafasnya kuhirup

Dulu kebenaran seperti mentari.
Ia selalu dinanti dan pasti timbul.
Kini ia tertutup mendung.
Mendung yang entah kapan sirna.

Sepertinya kebenaran kurang berharga.
Layaknya logam tua yang dijual tukang loak.
Sungguh-sungguh usang dan hitam.
Ditawar dengan harga tinggi pun tak akan laku.

Kebenaran sudah tidak lagi menjadi agama yang kuat.
Kebenaran hanya menjadi wacana di media-media.
Itu pun bagi media yang tepat.
Bagaimana dengan media yang lain?

Pikiran kita sudah tertutup akan kebenaran.
Tertutup dengan ukuran kesuksesan hidup yang keliru.
Sehingga dengan kesuksesan itu kebenaran terkubur.
Dan namanya pun hanya terukir di batu nisan bertuliskan “Kebenaran”

Katanya kita hidup harus menjunjung tinggi kebenaran.
Nyatanya hidup ini pun sulit untuk menerimanya.
Jikalau sudah benar, maka kebenaran itu sendiri justru dipaksa menghilang.
Dipaksa mundur, difitnah atau justru dibunuh.

Ya…itulah kebenaran.
Tidak pernah ditemukan.
Kabur dan tertutup mendung.
Sulit untuk terlihat.

Iklan

5 Comments Add yours

  1. mbi9 berkata:

    Makasih, suster…

  2. Reblogged this on Setia Melangkah Meraih Cita and commented:
    Aku juga sering bertanya, ” Apakah itu kebenaran? Apakah ada kebenaran? Apakah hanya sekedar halusinasi? Begitulah akhirnya akupun terus melanjutkan hidupku. Aku percaya bahwa benar ada kebenaran yaitu Tuhan Yesus sendiri. Terimakasih.

  3. Ya. Sama – sama.
    Salam dan doaku
    Sr. Maria Odilia,KFS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s