Memulai Usaha dengan Modal Rp 50.000

Tinggalkan komentar

3 Juli 2014 oleh mbi9

gambar: kompas.com

gambar: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Asal memiliki niat dan usaha yang sungguh-sungguh sesuatu yang dirasa tidak mungkin bisa menjadi kenyataan. Itulah yang dialami Rusdi Raisa, pemilik brand produk fashion D’Russa. Dulu, dia tidak memiliki modal untuk memulai usaha. Tapi, dia harus mencari penghasilan agar bisa membiayai kuliahnya di Bandung.
Rusdi akhirnya memulai usaha kecil-kecilan sebagai produsen dan penjual tempat ponsel dari bahan baku kulit pada 2006. Memilih usaha pembuatan produk dari bahan baku kulit ini karena Rusdi memang sejak dulu menyukai barang-barang dari produk kulit.

Pernah suatu ketika dia memesan satu sarung ponsel dari perajin produk kulit. Ternyata banyak orang yang menyukai produk tersebut. Dari situ, terbersitlah ide untuk menjalankan usaha dengan memproduksi sarung ponsel.

Dia pun lantas belajar membuat tempat ponsel dari perajin kerajinan kulit yang kebetulan adalah temannya sendiri. Setelah sebulan menimba ilmu, Rusdi sudah bisa memproduksi tempat ponsel sendiri. “Meskipun kualitas jahitan tangan saya belum sebagus perajin lain,” kata dia.

Dari situ, dia mulai cukup percaya diri untuk berjualan hanya dengan bermodal uang Rp 50.000. Uang sebesar Rp 20.000 ia gunakan untuk membeli bahan baku berupa limbah kulit dari perajin sebanyak 2 kilogram (kg). Sisanya ia gunakan untuk membeli peralatan seperti lem, jarum, dan alat produksi lainnya.

Rusdi mengatakan, dari 2 kg limbah kulit tersebut, pria asal Garut ini bisa memproduksi sekitar 70 unit tempat ponsel. Dia lantas menjual hasil produksi pertamanya ke teman-temannya di kampus seharga Rp 50.000 per unit. Ternyata dalam sekejap produk jualannya ludes terjual. Dia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 3 juta dari situ.

“Uang itu saya gunakan untuk memperbesar usaha, seiring dengan semakin banyaknya pesanan yang datang,” kata dia.

Motivasi Rusdi untuk menggeluti usaha ini tak lagi hanya sekadar untuk bisa membayar uang kuliah, tapi sudah berkembang menjadi obsesi besar ingin menjadi pengusaha yang sukses. Ia pun kemudian beralih memproduksi jaket kulit lantaran kala itu permintaannya cukup besar.

Lantaran hanya mampu menjahit secara manual dengan tangan, Rusdi pun mempekerjakan karyawan yang bisa menjahit dengan mesin. Dulu dia membeli satu mesin jahit, dan rumah kontrakan karyawannya menjadi tempat produksi.

Usaha Rusdi ini pun makin berkembang setelah memproduksi jaket kulit ini. Suatu hari, ada seorang konsumen minta dibuatkan tas. Lalu, pria kelahiran 6 Juni 1987 ini akhirnya memproduksi tas untuk pertama kalinya.

Setelah pemesanan pertama, ternyata banyak yang menyukai tas produksinya Rusdi. Permintaan pasar pun melambung melampaui permintan jaket. Sejak 2009, ia memutuskan fokus memproduksi tas karena prospek bisnisnya lebih menguntungkan daripada jaket. (Dina Mirayanti Hutauruk)

sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Juli 2014
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,744 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: