Perlu Meminta Maaf kepada Anak?

Tinggalkan komentar

9 Juli 2014 oleh mbi9

gambar : goasentono.blogspot.com

gambar : goasentono.blogspot.com

Oleh : Philipus Vembrey Hariadi

Beberapa minggu yang lalu, liburan sekolah sudah dimulai. Ada banyak hal yang mungkin sedang direncanakan dan telah dijalankan. Ada yang mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam sekolah baru dan ada yang sungguh-sungguh menikmati masa liburannya dengan pergi ke suatu tempat dan bersantai di sana.

Dalam masa liburan ini memang ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dalam kaitannya persatuan sebuah keluarga. Pertama, komunikasi yang sempat hilang dapat diperbaiki kembali dalam suasana dan lokasi yang berbeda. Kedua, bisa jadi dalam liburan ini orang tua ingin megajarkan kemandirian kepada anak-anaknya. Itu dapat dilakukan dalam sebuah lokasi liburan yang sangat menunjang keinginan tersebut dan lain-lain. Kerugiannya ialah tabungan berkurang. wkwkwkwkwkw…..

Berkaitan dengan tulisan ini, saya ingin bicara mengenai point keuntungan yang pertama. Tentang apa ya? Ada satu hal yang ingin sekali saya bicarakan mengenai hal tersebut, yakni mengenai perlu atau tidaknya meminta maaf kepada anak? Mengapa hal ini urgent untuk saya bicarakan? Pada umumnya saat kita berusia dewasa, pandangan kita akan semakin berubah. Apalagi selaku orang tua dipenuhi dengan beraneka ketakutan-ketakutan terhadap kehidupan anaknya. Di dalam seluruh proses tersebut, sangat dimungkinkan untuk orang tua membuat kesalahan. Kesalahan itu sendiri pun melekat ke dalam hati anak. Sehingga, secara otomatis anak juga membuat jarak komunikasi dengan orang tuanya dan tidak merasakan kenyamanan sama sekali.

Orang Tua Tidak Luput dari Kesalahan

Paham yang pertama-tama harus kita sepakati dalam memberikan sebuah pendidikan nilai kepada anak ialah kita adalah manusia. Oleh karena kita adalah manusia, maka kita pun tidak luput dari sebuah kesalahan atau lebih dari satu kesalahan. Mungkin kita pernah menjanjikan bahwa kita akan menjemput anak. Tetapi, kita lupa dikarenakan ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Atau yang lebih parahnya lagi ialah kita pernah membentak atau memaki anak. Itu sangat-sangat membuat hati anak terluka. Dampak bagi diri anak pun akan terlihat dan dirasakan dalam waktu yang lama.

Respon Anak

Lois Horiyanti dalam tulisannya di tipsanda.com menegaskan:

“Jika kita tidak mengungkapkan maaf itu, jelas ada timbul masalah yang bisa dampaknya dalam waktu lama seperti  :

Anak kehilangan kepercayaan pada orangtua maupun orang lain

Anak kurang memiliki kepercayaan diri

Anak tidak dapat mengendalikan diri atau emosi

Anak merasa sedih, tersisih, tersinggung, dan sebagainya

Anak merasa tidak diperhatikan dan tidak dihargai perasaannya” tipsanda.com

Dari apa yang dijabarkan oleh Lois Horiyanti tersebut, maka jelas bagaimana jika kita sebagai orang tua berbuat kesalahan namun enggan atau merasa jaim untuk meminta maaf kepada anak. Apakah kita rela untuk kehilangan jiwa anak sementara kita akan menikmati liburan bersamanya?

Gengsi?

“Saya ingin meminta maaf kepada anak saya. Tetapi saya kan yang memberikan penghidupan kepada anak saya. Apakah saya harus meminta maaf kepadanya? Bukankah seharusnya anak yang melakukan itu?” Jika kita memiliki jiwa yang seperti ini, maka apa bedanya kita dengan seorang pemimpin yang otoriter? Yang hanya mau dipimpin dan tidak menerima permohonan maaf atau tidak sanggup meminta maaf kepada anak kita? Gengsinya gak bisa diturunin sedikit ya Pak?

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Maka jika hidup itu adalah sebuah pilihan, maka kita dapat memilih, yakni mempertahankan anak atau mempertahankan gengsi. Pilihan itu dapat kita pikirkan kembali dan putuskan kembali. Saya hanya memberikan pilihan demikian agar kembali orang tua yang memutuskan dan bukan saya memutuskan. Yang jelas ialah saya sudah memberikan dampak yang akan terjadi jika meminta maaf tidak dilakukan oleh orang tua.

Bagaimana Caranya?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam meminta maaf kepada anak tetapi saya hanya mengambil satu tips untuk diterapkan . Blog http://paudbook.blogspot.com/ memberikan tips:

Mengaku bersalah

Sadari bahwa anda telah membuat kesalahan, dan akui itu padanya. Inilah salah satu faktor penting dalam meminta maaf. Tak jarang ini sulit dilakukan, karena orangtua merasa gengsi. Lupakan gengsi, kalau memang tak ingin masalah terus berlarut.
Tulus
Ketika meminta maaf, anda harus tulus. Anak akan gampang mengetahui ketika anda membohonginya tentang hal ini. berilah Maaf yang serius.” Ka..Maafin Ummi Sayaaang, ummi salah, Ummi udah menyalahkan Kaka…Ummi akan hati-hati lagi kenapa Kaka sampe mukul Azzam” padahal pengalaman ini Azzamlah yang duluan mukul kakanya, karena Kakanya lagi asyik nonton…tanpa sadar, setelah azzam mukul otomatis c kaka mukul kembali adiknya, yang terlihat terakhir, Kakanya yang mukul..kakanya yang salah, padahal nggak begitu, si adiknya disini yang salah…(kasus kecil) kalo bisa sampai nangislah kita minta maaf, biar terlihat tulus dan serius hehee
Tenang

Meminta maaf dalam keadaan emosi akan percuma. Kalau anda belum bisa bersikap tenang, katakan padanya bahwa anda butuh waktu untuk sendiri, sebelum melanjutkan pembicaraan dengannya. Kemudian, pikirkan apa yang terjadi dan apa penyebabnya agar pikiran jadi tenang.
Tepat sasaran

Katakan permintaan maaf anda secara langsung dan dalam kalimat yang tidak berbelit-belit. Ingat, yang dimintakan maaf adalah sikap anda yang baru saja terjadi, bukan kepribadian anda. Misalnya, mintalah maaf atas kemarahan dan ucapan anda yang kasar, bukan atas kepribadian yang emosional.
Jangan menyalahkan

Jangan balik menyalahkan anak hanya untuk membenarkan sikap anda. Misalnya, dengan mengatakan bahwa seandainya ia tidak malas, anda tidak akan marah terus padanya. Ini sama saja dengan tidak meminta maaf, melainkan justru menyalahkannya.
Meminta maaf

Mengatakan bahwa anda bersalah dan bertanya apakah ia mau memaafkannya akan mempermudah untuk mengungkapkan penyesalan, sekaligus membuat anak belajar memahami cara memperbaiki hubungan.
Evaluasi

Bersama anak, lihat kembali bagaimana anda bisa menyelesaikan masalah itu dengan baik, dan sepakati cara yang akan dilakukan bila masalah yang sama terjadi lagi nanti.
Lupakan

Bagaimanapun juga, anda hanya seorang manusia, yang tentu tidak sempurna dan bisa berbuat salah. Namun, jangan terus berkutat pada rasa bersalah. Setelah meminta maaf pada anak, lupakan masalah tersebut dan berusahalah untuk tidak mengulanginya lagi, sama seperti ketika memintanya tidak mengulang kesalahan.
Jangan berlebihan

Berlebihan dan selalu meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele, justru akan membuat anda kehilangan wibawa. Mintalah maaf karena anda memang bersalah, bukan karena ingin berusaha menerapkan disiplin atau hukuman yang terbilang wajar, atas kesalahannya.
Tapi sering juga Reaksi dan cara menghadapi suatu masalah berbeda-beda pada setiap anak. Ada yang mudah memaafkan , tapi ada pula yang tidak, sehingga menimbulkan dampak dalam jangka waktu lama, misalnya:
1. Anak kehilangan kepercayaan pada orang tua maupun orang lain
2. Anak kurang mamiliki kepercayaan diri
3. Anak tidak dapat mengendalikan diri atau emosi.
4. Anak merasa sedih, tersisih, tersinggung dan lainnya.
5. Anak merasa tidak diperhatikan dan tidak dihargai perasaannya. (sumber: http://paudbook.blogspot.com)
 
Semoga melalui tulisan ini, kita sebagai orang tua makin memperhatikan dan terlibat aktif dalam perkembangan kepribadian anak kita. Sehingga dengan demikian, kita pun semakin menunjukkan peran serta kita sebagai orang tua. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Juli 2014
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 163,456 PEMBACA

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

SPACE IKLAN

2560x1440-black-solid-color-background
%d blogger menyukai ini: