Terprovokasi Tafsir

on
image
Gambar: wajahbocah.com

Bagaikan seorang anak yang menginginkan mainan.
Ia menangis dan meraung.
Tidak jarang ia mencoba mencari perhatian.
Padahal masalah yang dihadapi sudah diketahui titik masalahnya.

Hanya tafsir buruk yang membuatnya buram.
Padahal seharusnya terang dengan tafsir malah menjadi buram.
Bukan hanya tafsir melainkan juga reaksi ceroboh.
Reaksi yang  menjadikan masalahnya kian buram.

Akhirnya anak itu pun menangis kian keras.
Menangis oleh karena dimarahi oleh bapaknya.
Bersikap sebagai laki-laki…ya…sebagai laki-laki.
Tetapi sulit karena tafsir yang dilandasi sudah menghancurkan hubungannya.

Lalu, harus bagaimana?
Keinginan sang bapak ialah kedamaian.
Karena dengan keributan tidak akan membawa keuntungan.
Hanya kedamaian yang mampu membawa kehidupan lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s