Nilai dari Kerjasama

Tinggalkan komentar

12 Februari 2015 oleh mbi9

Gambar: derosaryebed.blogspot.com

Gambar: derosaryebed.blogspot.com

Seorang teman bercerita kepada saya mengenai situasi di tempat bekerjanya. Ia bercerita bahwa ada beberapa pemimpin yang seenaknya saja memberikan perintah. Lalu, ketika deadline dari akhir tahun sudah di penghujung waktu, pemimpin tersebut dengan seenaknya sedang berada di luar kota. Karena pimpinan sedang berada di luar kota, maka kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi teman saya yakni sebagai seorang administrator. Di saat seperti itu, ia membutuhkan segala jenis laporan demi memantau kemajuan yang telah dilakukannya. Alasan pemimpin itu adalah klasik, yakni “Saya kan sebagai pimpinan jadi saya bisa memberikan perintah kepada Anda seorang bawahan. Saya juga yang mencarikan uang untuk Anda. Lalu, untuk apa Anda memberikan perintah kepada saya?”

Membaca situasi seperti di atas, saya mau memberikan perumpamaan kepada Anda. Jika diibaratkan kita adalah anggota tubuh, yakni tangan. Tangan akan bergerak jika diberikan perintah oleh otak kita. Tangan juga kadang memberikan respon secara tiba-tiba untuk melindungi. Pertanyaan saya ialah apakah tangan hanya akan mengandalkan dirinya sendiri ketika bergerak? Apakah tubuh akan indah jika hanya memiliki tangan saja? Apakah tangan juga harus bekerja sama dengan anggota tubuh lainnya?

Seperti itulah idealnya kehidupan dalam berorganisasi dalam setiap perusahaan. Tidak ada yang merasa paling dibutuhkan melainkan kerjasama untuk menciptakan keindahan di dalamnya. Tidak ada pula yang merasa paling penting di dalamnya karena seluruh unsur di dalam organisasi adalah penting. Layaknya anggota tubuh yang kita miliki seluruhnya adalah indah adanya.

Mengapa hal ini penting? Karena sering kali banyak orang yang melupakan bahwa di dalam kehidupan berorganisasi memiliki satu nilai penting, yakni kerjasama. Kerjasama seperti halnya saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan istilah lainnya ialah simbiosis mutualisme. Seluruhnya bekerjasama demi satu tujuan yakni kemajuan bersama dan bukan satu orang saja.

Ketika seorang pemimpin membutuhkan bantuan, maka ia akan mencari orang yang tepat di dalam organisasi. Tidak hanya terbatas pada satu orang saja melainkan beragam orang yang ada di dalamnya. Oleh sebab itulah di dalam sebuah perusahaan diisi oleh divisi atau pun seksi-seksi yang intinya memfokuskan diri kepada kemajuan perusahaan.

Pertanyaan pentingnya ialah mengapa hubungan seperti ini sulit sekali timbul dalam kehidupan berorganisasi dalam sebuah perusahaan? Jawabannya ialah pemahaman orang tersebut di dalam hidup berorganisasi. Misalnya, ketika Anda membutuhkan laporan keuangan, kemanakah Anda harus bertanya? Maka di dalam usaha untuk menumbuhkan iklim bekerja saling bekerjasama seorang pemimpin harus selalu sering memberikan pemahaman bahwa kita harus bekerjasama satu dengan lainnya demi kemajuan bersama.

Menutup tulisan saya ini, saya hanya memberikan pertanyaan kepada Anda: “Jika rakit yang Anda dayung hanya berisi diri Anda sendiri, seberapa banyak tenaga yang harus Anda keluarkan demi membuat rakit tersebut bergerak maju? Seberapa pentingkah peranan orang lain di dalam rakit yang Anda kendarai?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Februari 2015
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,186 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: