Hari Perempuan Internasional 2015: Perempuan Garda Terdepan Pemberantasan Korupsi dan Berani Turun ke Dunia Politik

Tinggalkan komentar

9 Maret 2015 oleh mbi9

Gambar: kompas.com

Gambar: kompas.com

Pada tanggal 8 Maret hari minggu yang lalu tepat dirayakan sebagai Hari Perempuan Internasional. Hari penting yang dirayakan sedunia ini pertama kali dirayakan di Chicago, Amerika Serikat, tepatnya pada 3 Mei 1908. Kemudian pada 1914, secara meluas Hari Perempuan Internasional mulai dirayakan pada 8 Maret. (Tempo.co, ditelusuri tanggal 9 Maret 2015)

Seperti yang diberitakan dalam situs berita Tempo.co kemarin, Google juga turut merayakan Hari Perempuan Internasional dengan mengganti tampilan gambar Google Doodle menjadi berbagai macam animasi kegiatan perempuan, seperti perempuan pelukis, ilmuan, koki, pengajar, pemusik, bahkan olahragawan.

Gambar tersebut sama dengan tema Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hari Perempuan Internasional tahun ini, yaitu pemberdayaan perempuan.

Gambar tersebut seperti menyiratkan pesan bahwa perempuan bisa melakukan banyak hal. Tahun lalu Google merayakan Hari Perempuan Internasional dengan menampilkan lebih dari 100 tokoh perempuan terkenal, termasuk peraih Nobel, Malala Yousafzai, dan legenda Bollywood, Asha Bhonsle.

Latar belakang dari Hari Perempuan Internasional ini diungkap dalam situs wikipedia.org, yakni Di antara peristiwa-peristiwa historis yang terkait lainnya, perayaan ini memperingati kebakaran Pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan kehilangan nyawanya.

Gagasan tentang perayaan ini pertama kali dikemukakan pada saat memasuki abad ke-20 di tengah-tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City. Para buruh garmen memprotes apa yang mereka rasakan sebagai kondisi kerja yang sangat buruk dan tingkat gaji yang rendah. Para pengunjuk rasa diserang dan dibubarkan oleh polisi. Kaum perempuan ini membentuk serikat buruh mereka pada bulan yang sama dua tahun kemudian.

Di Barat, Hari Perempuan Internasional dirayakan pada tahun sekitar tahun 1910-an dan 1920-an, tetapi kemudian menghilang. Perayaan ini dihidupkan kembali dengan bangkitnya feminisme pada tahun 1960-an. Pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional. (Sumber: wikipedia.org, ditelusuri tanggal 9 Maret 2015)

Hari Perempuan Internasional di Indonesia

Perayaan Hari Perempuan Internasional di Indonesia diwarnai dengan aksi unik ratusan perempuan dari berbagai latar belakang di Di gedung Balai Pelestarian Nilai Budaya, Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.  Di gedung ini ratusan perempuan tersebut  berkumpul dan bersama-sama meneriakkan penolakan terhadap korupsi. Selain berorasi, tujuh perwakilan perempuan juga melakukan aksi mencuci peralatan rumah tangga, sebagai simbol bersih-bersih dari koruptor. (kompas.com, ditelusuri tanggal 9 Maret 2015)

Tema dari acara tersebut ialah “Perempuan Bergerak Tolak Korupsi”. Salah seorang anggota panitia Paramita mengatakan, mencuci alat rumah tangga yang dilakukan oleh tujuh perempuan itu memiliki arti khusus. “Mencuci itu diartikan ruwatan atau tolak bala keluarga bersih dari korupsi,” ujar Paramita.

Sementara itu, Shinta Nuriyah Wahid mengatakan, perempuan Indonesia harus mampu menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi. Karena perempuan merupakan sosok utama dalam mendidik dan membentuk sikap generasi penerus yang antikorupsi, yang dimulai dari keluarga.

“Korupsi bagaikan virus HIV yang telah melemahkan dan melumpuhkan seluruh sendi-sendi kehidupan, mulai dari moral dan nilai-nilai nurani kita,” ucapnya.

Para pelaku korupsi, menurutnya, adalah orang-orang licik yang menggunakan topeng berlapis-lapis. Karena itu, perempuan harus mampu bersikap arif dan kritis terhadap para koruptor, jangan sampai malah terjebak dalam skenario mereka.

“Jangan pernah kita diam. Perempuan harus bergerak ketika pemberantasan korupsi di Indonesia diancam, KPK dilemahkan, aktivis antikorupsi dikriminalisasi,” ucapnya.  (Dikutip dari kompas.com, ditelusuri tanggal 9 Maret 2015)

Sementara itu, Mantan Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidatonya dalam rangka acara Hari Peringatan Perempuan Internasional di Taman Ismail Marzuki. Seperti dikutip dari kompas.com (ditelusuri tanggal 9 Maret 2015) dalam pidatonya itu Megawati menjelaskan, terjunnya perempuan dalam dunia politik dapat menjadi bukti terwujudnya kesetaraan dan membuka lebar kesempatan bagi perempuan memperjuangkan hak-haknya. Ia menilai, minat perempuan Indonesia untuk berpolitik masih sangat rendah.

“Banyak ibu-ibu bilang, politik itu tabu. Karena katanya hanya untuk kaum laki-laki. Jangan lupa, kalau ibu bicara harga cabai, harga kebutuhan sehari-hari, sebetulnya itu ranah politik,” kata Megawati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Maret 2015
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 163,456 PEMBACA

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

SPACE IKLAN

2560x1440-black-solid-color-background
%d blogger menyukai ini: