Despicable Me: Pentingnya arti Keluarga

2

27 Juli 2015 oleh mbi9

image

Gambar: keepo.me

Siapa yang tidak kenal dengan Minion? Makhluk kecil, berwarna kuning dan menggunakan bahasa aneh. Makhluk ini memiliki tuan bernama Gru. Gru dikenal sebagai penjahat yang licik dan despicable me. Di dalam film Despicable Me, Gru dihadapkan dengan seorang musuh bernama Vector, anak dari pemilik Bank of Evil (Perkins). Di dalam film ini ada tokoh yang menghiasi kehadiran Gru dan Minion, yakni Margo, Edith dan Agnes. Siapa mereka, bagaimana kisah dan nilai apa yang bisa kita peroleh dari film Despicable Me? Mari kita simak bersama dalam uraian singkat film tersebut berikut ini.

Pencurian Piramid Giza
Despicable Me diawali dengan adegan di mana Piramid Giza yang berada di Mesir dicuri. Pencurian tersebut membuat heboh masyarkat dunia. Selain membuat heboh, kasus pencurian tersebut memaksa seluruh negara dunia menjaga dengan ketat barang-barang bersejarah mereka.

Tak disangka, berita ini membuat Dr. Nafario menyangka bahwa piramid tersebut dicuri oleh Gru. Namun, Gru menyangkalnya. Ibunda dari Gru pun juga mengira bahwa yang melakukan pencurian piramida Giza ialah Gru. Gru secara jujur menyangkal bahwa bukan dialah pelakunya tetapi ia menjelaskan kepada ibunya bahwa ia memiliki rencana kejahaan yang besar. Namun memang demikian, ibunya selalu meremehkan apa yang dicita-citakan oleh penjahat super licik tersebut.

Obsesi pada Pencurian Besar dan Perjumpaan dengan Vector
Terpacu dengan aksi pencurian piramid yang terjadi, Gru bergegas mengumpulkan anak buahnya yakni para minion. Di sana Gru menjelaskan setelah mereka berhasil mencuri televisi layar lebar, patung liberty (imitasi dari Las Vegas) dan replika dari menara Eifel (yang juga berhasil dicuri dari Las Vegas), ia memiliki rencana terbesar. Rencana tersebut ialah mencuri Bulan.

Rencana besar tersebut menurut Dr. Nafario membutuhkan dana yang besar. Namun, oleh karena dipenuhi dengan obsesi yang besar dan keterkenalannya sebagai penjahat, Gru menyepelekan hal tersebut. Gru menganggap mudah permasalahan dana dengan mencoba meminjamnya dari Bank of Evil yang dikepalai oleh tuan Perkins (ayah dari Vector).

Untuk memperoleh dana yang dibutuhkan demi proyek kejahatan besarnya, Gru siap untuk mempersiapkan proyek tersebut di hadapan tuan Perkins. Gru pergi menemui tuan Perkins dengan persiapan presentasi yang telah disiapkan. Di saat menunggu giliran dari sang sekretaris, ia diganggu oleh seorang pria dengan rambut poni, kacamata besar dan training berwarna orange. Vector mengakui bahwa ia adalah seorang penjahat yang handal. Ia pun membuktikannya dengan memamerkan senjata terbarunya yakni peluncur piranha.

Gru yang sedang fokus pada persiapan presentasi merasa terganggu dengan kehadiran Vector. Ia merasa risih dan selalu menghindar jauh dari tempat duduknya. Kekesalan Gru bertambah saat ia mengetahui pelaku pencurian piramida Giza ialah Vector. Tetapi tidak hanya itu saja yang membuat ia menjadi kesal. Proyek pencurian bulan yang membutuhkan sinar pengecil telah ditolak oleh tuan Perkins. Namun, di sana tuan Perkins menginginkan wujud dari sinar pengecil yang dibicarakan oleh Gru dalam presentasinya. Di sinilah perselisihan dimulai.

Perebutan Senjata
Setelah menyelesaikan presentasinya, Gru yang kurang menyukai Vector menembak kepala Vector dengan senjata sinar pembeku. Setelah peristiwa tersebut Gru bergegas bersama dua minion menuju lokasi pengembangan senjata pengecil tersebut. Sesaat setelah senjata diuji cobakan kepada seekor gajah. Gajah tersebut pun menjadi kecil dan uji coba berhasil. Muncullah minion dan mencuri senjata tersebut.

Aksi pencurian yang sebelumnya berlangsung sukses berubah menjadi pertempuran. Vector muncul dengan pesawatnya dan mencuri senjata itu dari tangan Gru. Pada perebutan di udara ini, Gru tidak berhasil merebut senjata tersebut.

Perebutan senjata tidak hanya terjadi di udara saja. Perebutan kembali terjadi di darat. Gru mencoba untuk merebut senjata tersebut dengan mendatangi markas Vector. Kunjungan Gru ke markas Vector ternyata tidak membuahkan hasil namun hanya menghasilkan ide.

Strategi Merebut Senjata Pengecil
Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, Gru menemukan ide untuk merebut senjata pengecil. Ide tersebut ialah dengan mengadopsi ketiga anak perempuan dari panti asuhan. Nama ketiga anak itu ialah Edith, Margo dan yang paling kecil ialah Agnes. Sebenarnya ketiganya pernah berjumpa dengan secara tidak disengaja. Ketiganya ialah anak dari panti asuhan yang ditugaskan untuk menjual kue. Ketiga anak tersebut pernah menawarkan kue di rumah Gru. Namun, Gru tidak menerimanya dengan baik.

Gru berniat ingin mengadopsi ketiga anak itu guna memuluskan rencananya. Mengapa demikian? Karena saat mereka mendatangi rumah Vector, mereka diterima dengan baik di sana. Oleh karena peristiwa itu, Gru bertekad untuk menggunakan jasa mereka dalam merebut senjata pengecil yang telah dirampas dari tangannya.

Rencana Gru berhasil dengan mulus. Ia berhasil merebut senjata itu dengan menggunakan kemampuan Margo, Edith, Agnes n robot kue dari Dr. Nefario.

Lahirnya Kasih Sayang
Dibalik rencana perebutan senjata, ternyata ada peristiwa berharga di dalamnya. Gru pada dasarnya hanya ingin memanfaatkan kemampuan dari ketiga anak yang diadopsinya dari panti asuhan. Ia melihat dengan diterimanya ketiga anak tersebut di kediaman Vector, maka setidaknya hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik. Maka, Gru mengadopsi mereka untuk menjalankan rencananya itu.

Namun, ternyata di dalam persiapan rencana tersebut ternyata terdapat begitu banyak kisah. Setelah rencana perebutan senjata pengecil berhasil, kisah pun berlanjut dengan berjalan-jalan di taman hiburan anak. Semula Gru menolak, namun di sini ia melihat ada peluang untuk menyingkirkan ketiga anak tersebut. Oleh sebab itu, Gru tidak jadi menolak ajakan dari ketiga anak itu tetapi memanfaatkan peluang itu untuk menyingkirkan mereka.

Ternyata peristiwa di taman hiburan membuat Gru menikmati suasana tersebut dan sedikit melupakan rencana jahatnya. Di sinilah timbul rasa kasih sayang dalam diri Gru terhadap ketiga anak tersebut. Hal itu didukung oleh peristiwa di mana mereka mendukung rencana Gru dengan memberikan celengan untuk membantu proyek pembangunan roket ke bulan. Seluruh peristiwa tersebut membuat Gru ingin memundurkan rencana pencurian bulan.

Rencana memundurkan peluncuran itu lahir setelah peristiwa kebersamaan di taman hiburan. Itu diputuskan oleh Gru karena ia ingin merasakan kebersamaan lagi bersama ketiga anak itu. Ia ingin menghadiri acara pementasan tari ketiga anak tersebut. Namun, rencana pengunduran tanggal tersebut telah diketahui oleh Dr. Nefario. Dr. Nefario sejak kehadiran pertama dari ketiga anak itu sudah tidak menyukainya. Maka, Dr. Nefario pun tidak menyetujui rencana pengunduran tanggal peluncuran roket itu hanya karena keinginan menghadiri pementasan tarian.

Dampak dari ketidaksukaan dan penolakan pengunduran tanggal peluncuran roket, Dr. Nefario menghubungi panti asuhan asal dari ketiga anak tersebut. Tidak butuh waktu lama, keesokan harinya ketiga anak tersebut dijemput oleh pengelola panti asuhan. Di sini Gru dan para minion merasa kehilangan. Namun, mau bagaimana lagi, keputusan tidak bisa ditentang. Gru dipaksa fokus pada rencana pencurian bulan dan melupakan ketiga anak tersebut.

Misi Berhasil
Pencurian bulan yang telah direncanakan berjalan berhasil. Namun, sepulangya menjalankan misi, Gru harus kembali disibukkan dengan ulah Vector. Waktu dalam menjalankan misi pencurian bulan berjalan lebih cepat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Gru untuk menonton acara pementasan tari. Namun, sangat disayangkan, ternyata acara telah usai. Gru kecewa tetapi ternyata ketiga anak tersebut diculik oleh Vector. Peristiwa tersebut menyulut kemarahan Gru. Oleh sebab itu, Gru bertekad mendatangi markas Vector dan membebaskan ketiga anak itu.

Gru yang telah dipenuhi dengan emosi berhasil melewati sistem keamanan yang sebelumnya tidak bisa ditembus. Namun, perjuangan itu belum berakhir. Gru harus menghadapi rintangan selanjutnya. Ia harus menghadapi kelicikan Vector dengan mengejarnya di angkasa. Akhirnya setelah melewati adegan menegangkan di angkasa, perebutan berhasil dimenangkan oleh Gru. Vector harus menjalankan kehidupan di bulan.

Pembuktian Kompetensi
Dalam film ini ada beberapa adegan yang nampak begitu ditekankan, yakni perendahan terhadap kemampuan Gru n kedekatan dengan Edith, Margo dan Agnes. Di dalam film ini, Gru nampak diragukan kemampuannya oleh Mr. Perkins. Mr. Perkins seperti yang telah dijelaskan di atas ialah pemilik dari Bank of Evil. Ia meragukan kemampuan Gru dalam menjalankan rencananya. Mr. Perkins pun lebih memilih untuk memberikan dana kepada anaknya.

Pandangan serupa juga diberikan oleh ibu dari Gru. Ibunya tidak mempercayai bahwa Gru memiliki kemampuan untuk mencuri piramid. Lagi pula di dalam beberapa adegan diperlihatkan bahwa ibunya kerap memandang rendah apa yang ingin dicapai oleh Gru.

Kedua pandangan itu menyebabkan Gru ingin bertekad mewujudkan keinginannya untuk mencuri bulan. Namun, meski dianggap rendah oleh Mr. Perkins pun, Gru tetap menjalankan rencananya dalam mencuri senjata pengecil. Meski pun dianggap tidak mampu terbang ke bulan, Gru pun tetap menjalankan dan berhasil mewujudkan roket dengan biaya patungan.

Film ini selain menawarkan kelucuan ternyata juga memberikan nilai penting dalam kehidupan. Nilai tersebut ialah nilai perjuangan. Meski diremehkan, itu tidak menjadi alasan bagi Gru untuk menyerah dan membatalkan rencananya. Tidak peduli anggota keluarga sendiri pun yang meremehkan kemampuan. Itu tidak menjadi alasan untuk membatalkan rencana.

Kasih Sayang Keluarga membantu Kesuksesan
Di dalam satu adean diperlihatkan bahwa Gru putus asa. Ia tidak mendapatkan dana dari Bank of Evil. Saat menghadapi permasalahan seperti itu Gru nampak sudah putus asa. Ia menjelaskan kepada minion bahwa misi menuju bulan dibatalkan. Para minion kecewa mendengar penjelasan Gru. Namun, tidak bagi Margo, Edith dan Agnes.

Margo, Edith dan Agnes tidak membiarkan Gru kecewa. Mereka memberikan celengan babi untuk membantu keberlangsungan dari proyek mencuri bulan. Tindakan ketiga anak tersebut ternyata diikuti dengan pengumpulan dana oleh para minion. Rencana selanjutnya pun ialah menjual seluruh barang-barang berharga. Dengan tindakan tersebut akhirnya Gru berhasil mewujudkan proyeknya.

Banyak dari kita meninggalkan anggota keluarga yang membutuhkan. Mungkin saja anggota keluarga itu hanya selangkah lagi menuju keberhasilan. Atau kita juga meninggalkan anggota keluarga yang membutuhkan bantuan di tengah masa sulit. Kehadiran dan bantuan kita ternyat dapat membantu dan memberikan makna berharganya nilai keluarga.

2 thoughts on “Despicable Me: Pentingnya arti Keluarga

  1. Ferdy Lpu mengatakan:

    keren ni film, cukup terharu juga pas adegan timbulnya kasih sayang dalam diri gru.

  2. mbi9 mengatakan:

    Iye, bro…selain lucu, ternyata punya makna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

date

Juli 2015
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

ART

YANG SUDAH MENGUNJUNGI

  • 162,744 PEMBACA

Iklan Anda

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 821 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: