“Sok Tahu”

Di tengah cuaca mendung Aku baru menyadari Bahwa langkah ini aku ayun sendiri Ya, sendiri…   Iman yang selama ini aku tahu. Mendadak buyar, hancur dan berubah menjadi bodoh. Seakan ada seekor kera yang berayun di pikiran. Mendadak jatuh dan menghancurkan jendela. Ya, seperti itu…pecah dan berantakan.   Hati nurani terketuk, “ayo” Tetapi terkritik, “sok…

Hanya Kita dan Ia

Kekuatan kita memang besar. Kita mampu melompati sungai. Kita juga mampu memadamkan api. Namun ada yang tidak dapat dikalahkan. Dialah yang tidak dapat dikalahkan. Ia mampu memberikan kita cinta. Ia juga mampu memberikan kekuatan kepada kita. Tanpa-Nya kita tidak akan mampu melompati dan memadamkan api. Kekuatan kita berasal dari-Nya. Kelak akan kembali kepada-Nya. Hanya Ia…

Terprovokasi Tafsir

Bagaikan seorang anak yang menginginkan mainan. Ia menangis dan meraung. Tidak jarang ia mencoba mencari perhatian. Padahal masalah yang dihadapi sudah diketahui titik masalahnya. Hanya tafsir buruk yang membuatnya buram. Padahal seharusnya terang dengan tafsir malah menjadi buram. Bukan hanya tafsir melainkan juga reaksi ceroboh. Reaksi yang  menjadikan masalahnya kian buram. Akhirnya anak itu pun…

Kekuasaan

Kekuasaan, kekuasaan… Sampai saat ini kau tetap diperebutkan. Dari matahari terbit pun sampai tenggelam. Kau tetap diperebutkan.   Taktik dan strategi diatur. Sampai terkadang pun tidak tidur. Itu semua hanya untukmu, kekuasaan. Begitu agungnya dirimu.   Kekuasaan…. Mungkin dunia ini tidak akan berwarna. Kekuasaan…. Mungkin dunia ini akan dipenuhi rasa saling.   Dengan dirimu, manusia…

Kita butuh Nurani

Oleh : Philipus Vembrey Hariadi Ketika nurani dibutakan oleh keinginan. Ketika itu pula, kehancuran pun tiba. Ketika setumpuk idealisme. Dipaksa untuk tunduk pada sikap subjektif. Seluruhnya menjadi kosong. Tanpa idealisme yang dipuja-puja. Buku-buku yang menemani. Kini hanya menjadi selingan di waktu kosong. Itu semua menjadi tak berguna. Seluruhnya menjadi nihil. Matinya nurani. Membuat pribadi menjadi…